Pemfigus: Penyakit Kulit Langka yang Bisa Disembuhkan dengan Firmax3

Share:

Pemfigus adalah gangguan kulit langka dan serius yang ditandai dengan adanya benjolan-benjolan menyerupai bisul pada kulit atau membran mukosa (misalnya di dalam mulut atau alat kelamin). Benjolan ini mudah sekali pecah dan akan meninggalkan bekas seperti luka lepuh yang rentan menjadi sarang infeksi.
Berdasarkan ciri-ciri dan gejalanya, pemfigus terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni pemfigus vulgaris -- di mana luka lepuh sebagian besar terjadi di mulut, pemfigus foliaseus – di mana luka terjadi di kulit dan menimbulkan sensasi panas seperti terbakar. Jenis lain yang jarang dijumpai adalah pemfigus IgG/IgA serta pemfigus paraneoplastik, dan pemfigus herpetiformis.
Pemfigus dapat terjadi pada segala kelompok usia, namun penderita pemfigus yang terbanyak adalah orang dewasa berusia 50 hingga 60 tahun. Selain itu, pemfigus lebih banyak menyerang wanita dibanding pria.
Gejala Pemfigus
Gejala pemfigus berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Di antara jenis lainnya, pemfigus vulgaris dan pemfigus foliaseus merupakan dua jenis yang paling sering dijumpai. Berikut adalah manifestasi klinis yang dapat terjadi:
  • Pemfigus vulgaris
Ini adalah jenis pemfigus yang paling sering terjadi, di mana lesi akan bermula di mukosa mulut, dan dapat meluas ke daerah gusi, langit-langit mulut, tenggorokan, atau bahkan pita suara. Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:
  • Lesi yang muncul seringkali rapuh dan mudah pecah.
  • Tepi lesi biasanya tidak rata dan tidak jelas
  • Lesi yang muncul biasanya menimbulkan rasa nyeri dan tidak gatal. Rasa nyeri ini seringkali menyebabkan pasien susah makan maupun minum.
  • Apabila sudah meluas ke pita suara, pasien bisa mengeluhkan suaranya menjadi serak.
  • Penyembuhan lesi ini seringkali membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Pemfigus foliaseus
Pemfigus foliaseus menyerang kulit, dan hampir tidak pernah mengenai membran mukosa dalam tubuh seperti mulut ataupun alat kelamin. Seluruh bagian kulit bisa saja terkena, namun penyakit ini paling sering menyerang kulit di daerah dada, punggung, dan pundak. Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:
  • Benjolan seperti bisul biasanya lunak dan mudah pecah.
  • Benjolan ini bisa membesar dan menyebar dengan cepat
  • Lesi yang terjadi biasanya akan menimbulkan sensasi panas seperti terbakar, dan terkadang menimbulkan rasa nyeri.
  • Dasar lesi biasanya berwarna merah seperti meradang.
  • Lesi juga dapat meluas hingga mengenai kuku.
Selain dua jenis di atas, ada pula jenis lain yang sangat jarang terjadi:
  • Pemfigus herpetiformis, di mana gejala utamanya adalah benjolan-benjolan kecil berisi cairan yang sangat gatal, dengan dasar berwarna kemerahan.
  • Pemfigus IgA/IgG, yang ditandai dengan adanya benjolan-benjolan lunak yang gatal dengan pola anuler (menyerupai cincin).
  • Pemfigus paraneoplastik, yang seringkali ditandai dengan lesi mukokutan dan lesi kulit yang mengalami penebalan (likenoid).
Penyebab Pemfigus
Pemfigus merupakan gangguan autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh kita yang biasanya memproduksi antibodi untuk melawan virus atau bakteri yang menginfeksi tubuh, berbalik menyerang sel-sel sehat yang ada di dalam kulit dan membran mukosa.
Belum diketahui secara pasti apa yang memicu munculnya penyakit ini. Pada kasus yang jarang terjadi, ada jenis pemfigus yang muncul sebagai efek samping penggunaan sejumlah obat hipertensi. Biasanya pemfigus seperti ini akan hilang dengan sendirinya setelah penggunaan obat dihentikan.
Faktor-faktor lain yang diduga dapat memicu munculnya pemfigus adalah:
  • Stres
  • Paparan sinar UV
  • Paparan sinar-X
  • Luka bakar
  • Perubahan hormon dan kehamilan
  • Faktor gizi
  • Efek samping vaksinasi
  • Tumor
  • Proses penuaan
Diagnosis Pemfigus
Gejala lepuh bisa terjadi karena berbagai kondisi, oleh karena itu diperlukan beberapa cara untuk mendiagnosis pemfigus secara tepat. Diagnosis dimulai dengan:
  • Pemeriksaan kulit. Dokter akan menyentuh kulit normal di sekitar area yang mengalami lepuh dengan kapas atau jari tangan. Jika pasien menderita pemfigus, lapisan atas kulit akan mudah terkelupas.
  • Melakukan biopsi kulit atau mukosa. Dokter akan mengambil potongan kulit dari tepi lepuhan yang baru muncul untuk selanjutnya diperiksa di bawah
  • Melakukan tes darah, Tes ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi antibodi dalam darah yang bernama desmoglein. Biasanya kadar desmoglein cukup tinggi saat pemfigus pertama kali terdiagnosis. Namun ketika gejala penyakit ini berangsur pulih, kadar desmoglein akan menurun.
  • Melakukan pemeriksaan endoskopi. Dalam gangguan pemfigus vulgaris, dokter akan melakukan endoskopi untuk memeriksa luka dalam tenggorokan.
  • Melakukan tes Enzyme-linked immunosorbant assays (ELISA). Tes ini berguna untuk melihat kadar antibodi DSG1 dan DSG3 pada darah. (sumber: alodokter.com)

TESTIMONI PENYEMBUHAN DENGAN FIRMAX3

Beliau mengalami penyakit langka ini selama 6 bulan dan melakukan pengobatan di Brunei namun tidak membuahkan hasil. Beliau menghabiskan biaya kurang lebih 3 Miliar untuk berobat. Salah satu dokter di Brunei yang menangani kasus ini mengatakan bahwa penyakit ini tingkat keparahannya dua kali lipat dari HIV/AIDS.

Ketika dikenalkan dengan Firmax3 dan pemakaian rutin, kini beliau sembuh total dari penyakit langka ini.

Kondisi sebelum menggunakan Firmax3

Jika dilihat lebih dekat, kulitnya rusak parah

Tahap penyembuhan dengan Firmax3

Sembuh total setelah menggunakan Firmax3 secara rutin